Coretan Neng Dea

Coretan Neng Dea

Senin, 06 April 2015

FREAK TEACHER (FF) Part 2


[ Part 2 ]

Tok Tok Tok...
Pagi-pagi sekali terdengar bunyi sebuah ketukan yang berasal dari pintu depan rumahnya. Aiyu melirik disekitar.
“Mwoya! Sudah pagi ternyata” ia menguap lalu beranjak dari kasurnya.
“Chelsea.. Jesper.. bangun.. pagi nih..” teriak Aiyu sambil melangkahkan kaki ke ruang tamu. Ia pun membuka pintu rumahnya.
“siapa sih pagi-pagi udah namu” Aiyu terus menguap.
Ketika dibuka.... KREK...
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaa” Aiyu teriak
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaa” begitu pun dengan orang yang berdiri didepan rumahnya sangat kaget melihat Aiyu.
Aiyu buru-buru menutup pintu. Dengan panik ia mencoba merapihkan rambutnya.

Tok Tok Tok...
Lelaki itu mengetuk lagi. Setelah merasa cukup rapi, Aiyu membuka pintunya lagi.
Aiyu berdiri tepat dihadapan namja tinggi itu. Ia cemberut saat lelaki itu mulai menertawakannya.
“Ada apa kau kemari?” tanya Aiyu sinis
“Santai saja.. miss berantakan” timpal lelaki itu dengan angkuh.
“Aku tanya sekali lagi... ada perlu apa kau...”
“Halo Aiyu...” tiba-tiba seseorang yang Aiyu kenal datang dari belakang lelaki itu.
“Om Kim???” Aiyu girang. Ia buru-buru menyalami sahabat papanya itu.
“Om apa kabar? Silahkan masuk” Aiyu beramah-tamah. Sikap Aiyu berubah seketika.
“Om sebentar ya Aiyu bawa minum dulu” Aiyu masuk kedalam.

-di kamar-
Aiyu berdiri didepan kaca yang menempel dilemari pakaiannya.
“Dasar pabbo! Memalukan sekali” Aiyu berlari ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya. Ia kembali ke ruang tamu dengan membawa minum untuk tamu yang mengunjunginya itu.

“Bagaimana Om sehat?” tanya Aiyu akrab
“Om sehat. Wah kau sudah sangat besar ya. Dulu Om ketemu kamu saat SMP kan?”
“Hehe iya Om sekarang udah kuliah hehe”
“Apa hebatnya masih jadi mahasiswa-_-“ celetuk lelaki yang duduk disamping Om Kim.
“Sttt jangan begitu. Usia kalian tak berbeda jauh kok” tegur Om Kim. Aiyu nyengir terpaksa.
“Om dengar kamu punya dua adik ya? Om sudah lama tak kesini hanya bertemu dengan ayahmu di tempat kerja saja”
“Iya Om, Chelsea dan Jesper namanya. Mereka masih tidur mungkin”
“Aniya...!” dua bocah tiba-tiba menghampiri mereka.
“Wah jagoan-jagoan kecil nya sudah bangun ternyata. Sini nak” Duo kembar itu bersalaman pada Om Kim dan anaknya.
“Kakak ganteng deh, siapa namanya?” usil Chelsea. Aiyu mengedipkan mata bermaksud agar jangan iseng namun Chelsea malah sengaja membuat kakaknya itu kesal.
“Om..om... beli eskrim yuk” ajak chelsea pada anak Om Kim
“Jesper juga mau mainan mobilan om...” Jesper ikut-ikutan merengek
“Ayo sayang, ikut Om yuk”
“Heh mau kau bawa kemana kedua adikku?” tanya Aiyu curiga dengan suara sangat melengking. Semua orang menatapnya.
“Umm.. maksudku.. hati-hati dijalan hehe” Aiyu tertawa garing sendiri
Lelaki itu pergi begitu saja bersama Chelsea dan Jesper.

“Kau tak mengenali anak Om?” tanya Om Kim pada Aiyu yang terlihat cemas
“Oh itu... hmm... sepertinya tidak om hehe” Aiyu bohong
“Dia bilang dia mengajarmu dikelas psikologi, di Jeju university”
“Eoh.. iya om hehe aku lupa hmm soalnya aku belum pernah liat dia atau.. waktu dia mengajar aku lagi bolos atau..” Aiyu mencari-cari alasan.
“Ya sudah lupakan. Om tak akan lama disini, karena pekerjaan masih menunggu Om dikantor. Om hanya menepati janji Om pada Ayahmu. Meskipun Om tak bisa menjagamu 24jam tapi tenang saja, selama Kai masih menjadi dosen di kampusmu. Kau tak perlu sungkan untuk meminta bantuan padanya, ok?”
“Hah? Eh iya om” jawab Aiyu canggung.
“Ini kartu nama Om. Kalau ada apa-apa telfon saja”
“Terima kasih sebelumnya ya Om ^_^”
“Ok sama-sama. Jaga kesehatan ya Yu. Om pergi dulu”
“Iya Om” Aiyu speachless atas kedatangan tamunya dipagi hari. Ia pun sangat tak percaya Chelsea dan Jesper begitu mudahnya akrab dengan orang yang sangat menyebalkan baginya itu.
Setelah mandi rapi, ia bersiap pergi ke kampus namun ia masih menunggu adik-adiknya pulang. Jam menunjukkan pukul 10 dan mereka baru sampai dirumah.
“Kalian... lama sekali!” keluh Aiyu namun kedua adiknya sibuk sendiri dengan mainan yang dibelikan oleh Kai.
“Heh kalian mau kemana? Kakak belum selesai bicara!”
“Kakak pergi saja, kami mau main dirumah. Tapi jangan lama” timpal Jesper yang masih memainkan mobil-mobilan barunya
“Iya Chelsea mau mainan barbie aja, cepetan kakak berangkat” ucap Chelsea seolah mengusirnya
“Ya sudah -_-“ saat Aiyu akan keluar rumah tiba-tiba Kai menarik tangannya.
“Eh... kau...” panggil Kai. Aiyu kaget
“Jangan memasang wajah seperti itu. ikuti aku!”
“Siapa kau berani menyuruhku?” Aiyu melepaskan genggaman Kai
“Pergi bersama atau kau aku skors!” ucap kai lantang
“Waeyo?” Aiyu baru ingat hari ini mata kuliah Kai lagi di kelasnya. Dengan terpaksa Aiyu masuk kedalam mobil Kai.

-di mobil-

“Kenapa kau mengajakku untuk berangkat bersamamu? Bukankah kau sangat membenciku?”
“Apa harus aku paparkan lagi bahwa ini semua adalah perintah dari ayahku!” jawab Kai
Aiyu diam. Kai terus fokus menyetir.

-di depan kampus-

Aiyu bermaksud turun cepat-cepat namun ternyata segerombolan mahasiswi fans Kai sudah berdiri didepan mobilnya.
“Tak percaya orang angkuh sepertimu punya fans yang norak” ceplos Aiyu
“Turunlah!” perintah Kai. Aiyu mencoba membuka pintu mobil dan turun dari sana. Semua mata menatap iri, sinis dan tak suka melihat Aiyu turun dari mobil pak dosen ganteng yang memiliki banyak fans itu.
“Siapa dia?”
“Wanita aneh!”
“Pembantunya mungkin”
Semua berbisik-bisik namun sangat terdengar jelas oleh telinga Aiyu.
Kai buru-buru keluar mobil juga.
“Mohon minggir semua” Kai dengan sangat erat menggenggam tangan Aiyu lalu meninggalkan kerumunan orang-orang disekitar sana.
“Mereka berpacaran?”
“Tak mungkin pak dosen punya pacar orang biasa”
“Sangat mustahil sekali”
Semua orang masih menebak-nebak terhadap apa yang telah dilihatnya.

-saat didekat ruang dosen-
 “Cukup!” teriak Aiyu
“Kenapa kau? Tak mau berterima kasih?”
“Terima kasih apa hah? Gara-gara kau aku dituduh macem-macem!” Aiyu berlari pergi.
Beberapa mahasiswi masih mengikuti mereka berdua, tentu saja mereka itu pengagum rahasia mister Kai.
“Hey! Bisakah kau berbicara lebih sopan pada dosenmu sendiri?” protes seorang fansnya Kai.
“Ya! Kau seperti wanita yang tak tau berterima kasih. Sudah numpang mobil pak dosen malah marah-marah seperti itu!” ujar mahasiswi lainnya.
Aiyu secara tak sadar di bully oleh mereka. Ia tak mampu melawan karena selain badannya kecil, para fansnya Kai berjumlah 5 orang saat itu.

“Kalian tak tahu apa yang telah terjadi! Jadi mundurlah dari hadapanku!” teriak Aiyu. Disayangkan sekali Kai tak melihat perlakuan para penggemarnya itu yang telah melakukan hal tak pantas pada Aiyu karena ia sudah sibuk di kelas lain untuk mengajar.
“Hentikan itu! lepaskan dia!” suara keras lelaki yang datang tiba-tiba membuat para gadis itu bubar
“Kau tak apa-apa?” tanya namja tersebut.
“Nde” ucap Aiyu
“Sehun. Oh Sehun. Kau?” laki-laki itu menyodorkan tangan putihnya.
“Aku Aiyu”
“Mahasiswi baru? Jurusan apa?” tanyanya dan Aiyu mengangguk
“Psikologi. Kau?”
“Sastra. Aku tingkat dua”
“Eoh jinja?” Aiyu menundukkan setengah badannya sebagai tanda menghormati kakak kelasnya.
“Tak perlu seperti itu” Sehun tersenyum manis
“Gomawo”
“Cheonma” balas namja handsome itu.

-di kelas Aiyu-
Ia terlihat melamun sambil sesekali tersenyum. Ia tak sadar bahwa dosennya baru saja masuk kekelasnya. Aiyu masih fokus pada lamunanya sehingga ia tak memperhatikan apa yang diucapkan oleh mister Kai.
“Aiyu!” panggil Dosennya membangunkan khayalannya
“Saya! Saya pak!” semua teman-temannya menyorakinya
“Kau tak memperhatikan?”
“Saya? Memperhatikan kok...”
“Coba jelaskan kembali apa yang sudah saya terangkan tadi!”
Aiyu kebingungan. Teman disampingnya memberikan secarik kertas. Aiyu membacanya dengan menutupkan buku didepannya agar tak diketahui oleh Kai.

-Mata kuliah pun selesai-

“Makasih ya, siapa namamu?” Aiyu mulai mengakrabkan diri pada teman sekelasnya itu.
“Aku Suzy ^_^” jawab gadis itu sangat ramah
“Suzy?” Ia kembali teringat ucapan Kyungsoo beberapa waktu lalu
“Apa kau lulusan SMA 50?”
“Kau tau dari mana? Benar, aku alumni sana”
“OMG. Hahaha akhirnya bisa nemuin kamu juga”
“Hah? Whats wrong?” Suzy bingung
“Salam tuh dari Kyungsoo” Aiyu tertawa kecil. Kedua pipi Suzy tiba-tiba berubah merona.
“Apa dia kuliah disini juga?”
“Kau tak tau?”
“Ani” Suzy menggeleng
“Dia baru masuk juga, jurusan teknik
“Kau punya no telfonnya?”
“Mwo? Kau tak  meminta langsung saja padanya?” Suzy lagi-lagi menggeleng
“Arraseo. Ini” Aiyu memperlihatkan contac nomor Kyungsoo di telpon genggamnya.
“Ah terimakasih Aiyu”
“Bisakah kita tukeran nomor telfon juga?” tanya Aiyu yang mulai merasa bahwa Suzy adalah sosok teman yang baik.
“Tentu ^_^” setelah mereka bertukar nomor hape. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

-Di jalan-

“Aiyu!” panggil kakak kelasnya yang baru ia kenal tadi pagi
“Hai ^_^” Aiyu terlihat sangat salting
“Pulang sekarang?”
“Umm sepertinya aku akan ke perpustakaan dulu”
“Mau ikut ke toko buku?”
“Dimana, oppa?”
“Tak jauh kok, bagaimana?” Aiyu mengangguk malu. Sehun pun membonceng gadis cantik itu sampai ke toko buku langganannya.

-Di toko buku-

“Oppa! Kau sering kesini?”
“Ya terkadang, setelah masuk kuliah sih dulu jarang”
Mereka mulai melihat-lihat buku. Saat asyik-asyiknya memilih-milih buku Aiyu tak sengaja menubruk seseorang.
“Mianhae Eonie” terlihat buku yang sedang dipegang wanita itu jatuh berserakan karena Aiyu yang ceroboh.
“Gwaenchana” jawabnya sambil membereskan buku. Aiyu ikut membantu merapikan dan tak sengaja ia lihat judul-judul buku tersebut.
“Eon jurusan psikologi juga?” wanita itu tersenyum lalu mengangguk
“Saya Aiyu tingkat 1, eon?” Aiyu menjulurkan tangan kanannya. sementara itu Sehun sibuk mencari dirinya dan saat melihat Aiyu bersama seorang wanita , ia memanggilnya dan berjalan kearah mereka.
“Ahjumma” panggil Sehun pada wanita itu.
“Ah sehun! Kebiasaan kau ini! panggil Tae saja”
“Kalian...” Aiyu hanya bengong
“Dia ini tanteku, namanya Taeyeon noona” jelas Sehun pada Aiyu
“Oh hai eon ^_^”
“Dia itu salah satu dosen magang di kampus kita”
“Eoh? Benarkah eon?”
“Ya saya dosen psikologi”
“Apa?????” Muka Aiyu tiba-tiba terlihat sangat malu dan berwarna pink seperti kepiting rebus
“Kau kenapa, Yu?”
“Aniya. Mian Eon... aku kira kau tadi salah satu mahasiswi juga”
“Tak apa-apa... muridku ^_^”
Wanita itu tersenyum seolah menyembunyikan sesuatu. Aiyu hanya bisa tersenyum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang memang tak gatal.


to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar