Coretan Neng Dea

Coretan Neng Dea

Selasa, 18 Juni 2013

Sholat Pertama Yanfa (cerita anak)

Sholat Pertama Yanfa



Yanfa adalah anak kedua dari pasangan Pak Sulaiman dan Ibu Ayu. Parasnya yang cantik dan lucu membuat semua orang menyukainya. Selain itu ia pun termasuk anak yang sangat periang di lingkungannya. Ia sekarang berusia lima tahun dan baru saja masuk sekolah di taman kanak-kanak dekat rumahnya.
Yanfa mempunyai satu kakak perempuan yang bernama Anita. Anita kini bersekolah di SMP (Sekolah Menengah Pertama) kelas 3. Mereka sangat akur dan saling menyayangi satu sama lain. Sebagai seorang kakak, Anita selalu memberi contoh yang baik pada adiknya. Hal itu yang membuat Yanfa tumbuh menjadi seorang anak yang baik hati dan selalu menghargai orang lain.
Setiap hari Anita selalu bangun pagi sekali untuk menunaikan sholat subuh bersama ayah dan bundanya. Adiknya, Yanfa tak diajak dikarenakan usianya yang masih terhitung dini jadi kedua orangtuanya pun belum mengajarkan ibadah sholat padanya.
~JJJ~
Hari ini adalah hari senin dan itu tandanya seisi rumah akan mulai sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Yanfa sekolah TK, Anita berangkat sekolah ke SMP nya dan kedua orangtuanya akan sibuk bekerja ke kantornya masing-masing.
Seperti biasanya Bundanya tak tega jika harus membangunkan anak bungsunya terlalu pagi oleh karena itu Anita yang lebih sering membujuk adiknya untuk bangun dari tempat tidurnya.
“Ade Yanfa yang cantik... bangun yuk, lihat tuh ayam aja udah buka mata hehehe”
“Kakak..” ujar Yanfa yang langsung menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya.
“Masih ngantuk ya?”
“Iya kak sebentar lagi ya”
Lima belas menit kemudian badan Yanfa yang mungil mulai bergerak turun dari ranjangnya. Ia pun pergi ke kamar mandi dengan segera.
“Ayo sayang, itu air hangat nya udah siap” ucap Anita.
“Ayah dan Bunda udah berangkat ya kak?” Anita pun mengangguk.
“Padahal masih pagi ya kak” ujar Yanfa dengan suara pelan. Wajahnya terlihat sedikit kecewa.
“Tenang aja adikku sayang, nanti kakak yang anterin kamu ke sekolah. Jangan manyun gitu ah bibirnya jadi kayak bebek tuh. Hehehe” mereka pun tertawa.
~JJJ~
Suatu ketika jam weker di kamar Yanfa berdering pagi-pagi sekali. Sebelumnya ia memang telah mempersiapkan alarm pukul 05.00. Dan seperti biasanya terlihat kakaknya bersama kedua orangtuanya sedang bersiap-siap untuk sholat subuh berjamaah. Anita pun masuk ke kamar mandi dan dengan tiba-tiba langkah kaki Yanfa pun tergerak mengikuti kakaknya itu. Seusai berwudhu, Anita menghampiri Ayah dan Bundanya dan mulailah mereka sholat dua rakaat.
Beberapa menit kemudian Yanfa mulai memberanikan diri untuk menyentuh air dan mengambilnya dari dalam bak kamar mandi dengan gayung di tangan kanannya.
“Hiii dingin,” ucap Yanfa dengan kedua tangan bergetar.
“Tadi apa dulu ya? Ini atau ini?” Yanfa terlihat kebingungan sambil menunjuk-nunjuk kepala dan tangannya.
“Ah bismillah aja deh,” Satu persatu anggota badannya mulai basah. Yanfa masuk ke kamarnya dan mencari mukena kakaknya yang disimpan di dalam lemari.
“Wah mukenanya besar banget tapi nggak apa-apa deh jadi hangat” ucap Yanfa sambil merekatkan kain mukena pada badannya.
~JJJ~
Keesokan harinya Yanfa mengulangi lagi apa yang ia lakukan sewaktu kemarin subuh. Kali ini ia bangun pukul setengah enam pagi. Ia buru-buru pergi ke kamar mandi dan berwudhu lalu sholat di kamarnya.
“Sayang, kamu udah bisa sholat?” tanya Anita tiba-tiba mengagetkannya saat masuk kamar padahal Yanfa baru sholat satu rakaat.
“Kakak? hmm... aku...”
“Nah lho kan belum selesai sholatnya kok udah ngomong?”
“Habis kakak ngagetin sih”
“Yanfa, kamu kan masuk TK baru satu minggu, emang siapa yang ngajarin kamu sholat? Ayah? Atau Bunda?” Yanfa menggeleng.
“Iya juga sih nggak mungkin mereka. mereka kan sibuk. Sholat berjamaah aja cuma pas waktu subuh doang. Terus, siapa sayang?” lagi-lagi Yanfa menggeleng.
“Kamu nggak mau cerita sama kakak?” Anita melihat bola mata Yanfa yang mulai berkaca-kaca. Tiba-tiba Yanfa memeluk kakaknya itu sambil menangis.
“Eh, kok malah nangis? Cup.. cup...” Anita berusaha menenangkan adik satu-satunya itu.
“Yanfa pengen belajar sholat?” tanya Anita.
“Pengen kak tapi nggak ada yang mau ngajarin Yanfa jadi Yanfa belajar sendiri aja” jawabnya polos. Anita langsung tersenyum.
“Sayang, Ayah dan Bunda belum bisa ngajarin kamu karena mereka sibuk bekerja dan juga kamu masih terlalu kecil untuk melaksanakan ibadah sholat jadi kamu belum punya kewajiban untuk sholat”
“Tapi Yanfa pengen sholat berjamaah sama kalian”
“Alhamdulillah keinginan adikku untuk belajar beribadah sangat besar sekali. Baiklah nanti biar kakak yang ajarkan kamu ya”
“Benar kak?” tanya Yanfa antusias. Anita pun mengangguk.
~JJJ~
Sepulang dari sekolah, Anita pun menepati janjinya untuk mengajari adiknya sholat. Dengan teliti, Yanfa memperhatikan satu persatu gerakan wudhu yang dicontohkan kakaknya.
“Ayo sekarang kamu coba wudhu seperti apa yang kakak perlihatkan barusan” Yanfa mengangguk.
“Jangan lupa baca basmallah ya”
Anita senang melihat adiknya begitu semangat untuk ingin belajar sholat. Saat memakai mukena pun adiknya selalu bertanya ini itu saat gerakan sholat dilakukan oleh kakaknya.
“Ini namanya sujud dan yang tadi ruku. Bacaannya hampir sama cuma beda akhirnya aja, inget-inget ya sayang”
Subhana robbial adzim” ucap Yanfa sambil mempraktek kan ruku.
“Nah pinter adikku. Kalau sujud jangan lupa bacaannya subhana robbial a’la” Yanfa mengangguk.
~JJJ~
Selama hampir satu jam mereka belajar praktek sholat. Saking khusyuknya suara bel pintu rumah mereka pun tak terdengar jelas.
“Pada kemana nih anak-anak kok sepi begini” Ternyata Ayah dan Bundanya sudah pulang dari kantor, Mereka pun mencari Anita dan Yanfa hingga ke kamar mereka. Disana lah Bunda mendapatkan anak bungsunya sedang belajar beribadah tanpa bimbingan dari kedua orang tuanya.
“Sayang maafin Bunda” ucap Bunda dengan tiba-tiba lalu memeluk Yanfa sambil meneteskan air matanya. Ayah pun masuk ke dalam kamar dengan perasaan kagum pada kedua anaknya.
“Bunda... Alhamdulillah sekarang Yanfa udah bisa sholat lho,”
“Ayah, kak Anita lho yang ngajarin aku wudhu dan sholat” lapor Yanfa pada Ayahnya.
“Makasih sayang, kamu benar-benar jadi contoh kakak yang baik untuk adikmu” kata Ayahnya. Anita pun dipeluk oleh Ayah serta Bunda sambil diciumi keningnya.
“Asyik nanti subuh kita berempat sholat berjamaah ya”
“Iya sayang, pasti.. kalau sempat kita semua tak hanya sholat subuh saja yang berjamaah tapi juga sepulang kami dari kantor, kita sholat maghrib dan isya bersama”
“Alhamdulillah...” ucap Anita dan Yanfa.
~JJJ~
Setelah kejadian itu mereka menjadi lebih sering menunaikan sholat fardhu bersama-sama dan Yanfa pun diajarkan lebih mendalam mengenai ibadah lainnya seperti membaca al-qur’an oleh kakak dan kedua orangtuanya.
“Terima kasih ya Allah atas semuanya. Semoga sholat pertama Yanfa bisa engkau terima. Amin” Doa Yanfa seusai menunaikan sholat subuh berjamaah.

~JJJ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar