Yanfa
adalah anak kedua dari pasangan Pak Sulaiman dan Ibu Ayu. Parasnya yang cantik
dan lucu membuat semua orang menyukainya. Selain itu ia pun termasuk anak yang
sangat periang di lingkungannya. Ia sekarang berusia lima tahun dan baru saja
masuk sekolah di taman kanak-kanak dekat rumahnya.
Yanfa
mempunyai satu kakak perempuan yang bernama Anita. Anita kini bersekolah di SMP
(Sekolah Menengah Pertama) kelas 3. Mereka sangat akur dan saling menyayangi
satu sama lain. Sebagai seorang kakak, Anita selalu memberi contoh yang baik
pada adiknya. Hal itu yang membuat Yanfa tumbuh menjadi seorang anak yang baik
hati dan selalu menghargai orang lain.
Setiap
hari Anita selalu bangun pagi sekali untuk menunaikan sholat subuh bersama ayah
dan bundanya. Adiknya, Yanfa tak diajak dikarenakan usianya yang masih
terhitung dini jadi kedua orangtuanya pun belum mengajarkan ibadah sholat
padanya.
~JJJ~
Hari
ini adalah hari senin dan itu tandanya seisi rumah akan mulai sibuk dengan
kegiatannya masing-masing. Yanfa sekolah TK, Anita berangkat sekolah ke SMP nya
dan kedua orangtuanya akan sibuk bekerja ke kantornya masing-masing.
Seperti
biasanya Bundanya tak tega jika harus membangunkan anak bungsunya terlalu pagi
oleh karena itu Anita yang lebih sering membujuk adiknya untuk bangun dari
tempat tidurnya.
“Ade
Yanfa yang cantik... bangun yuk, lihat tuh ayam aja udah buka mata hehehe”
“Kakak..”
ujar Yanfa yang langsung menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya.
“Masih
ngantuk ya?”
“Iya
kak sebentar lagi ya”
Lima
belas menit kemudian badan Yanfa yang mungil mulai bergerak turun dari
ranjangnya. Ia pun pergi ke kamar mandi dengan segera.
“Ayo
sayang, itu air hangat nya udah siap” ucap Anita.
“Ayah
dan Bunda udah berangkat ya kak?” Anita pun mengangguk.
“Padahal
masih pagi ya kak” ujar Yanfa dengan suara pelan. Wajahnya terlihat sedikit
kecewa.
“Tenang
aja adikku sayang, nanti kakak yang anterin kamu ke sekolah. Jangan manyun gitu
ah bibirnya jadi kayak bebek tuh. Hehehe” mereka pun tertawa.
~JJJ~
Suatu
ketika jam weker di kamar Yanfa berdering pagi-pagi sekali. Sebelumnya ia memang
telah mempersiapkan alarm pukul 05.00. Dan seperti biasanya terlihat kakaknya bersama
kedua orangtuanya sedang bersiap-siap untuk sholat subuh berjamaah. Anita pun
masuk ke kamar mandi dan dengan tiba-tiba langkah kaki Yanfa pun tergerak
mengikuti kakaknya itu. Seusai berwudhu, Anita menghampiri Ayah dan Bundanya
dan mulailah mereka sholat dua rakaat.
Beberapa
menit kemudian Yanfa mulai memberanikan diri untuk menyentuh air dan mengambilnya
dari dalam bak kamar mandi dengan gayung di tangan kanannya.
“Hiii
dingin,” ucap Yanfa dengan kedua tangan bergetar.
“Tadi
apa dulu ya? Ini atau ini?” Yanfa terlihat kebingungan sambil menunjuk-nunjuk
kepala dan tangannya.
“Ah
bismillah aja deh,” Satu persatu anggota badannya mulai basah. Yanfa masuk ke
kamarnya dan mencari mukena kakaknya yang disimpan di dalam lemari.
“Wah
mukenanya besar banget tapi nggak apa-apa deh jadi hangat” ucap Yanfa sambil
merekatkan kain mukena pada badannya.
~JJJ~
Keesokan
harinya Yanfa mengulangi lagi apa yang ia lakukan sewaktu kemarin subuh. Kali
ini ia bangun pukul setengah enam pagi. Ia buru-buru pergi ke kamar mandi dan
berwudhu lalu sholat di kamarnya.
“Sayang,
kamu udah bisa sholat?” tanya Anita tiba-tiba mengagetkannya saat masuk kamar padahal
Yanfa baru sholat satu rakaat.
“Kakak?
hmm... aku...”
“Nah
lho kan belum selesai sholatnya kok udah ngomong?”
“Habis
kakak ngagetin sih”
“Yanfa,
kamu kan masuk TK baru satu minggu, emang siapa yang ngajarin kamu sholat? Ayah?
Atau Bunda?” Yanfa menggeleng.
“Iya
juga sih nggak mungkin mereka. mereka kan sibuk. Sholat berjamaah aja cuma pas
waktu subuh doang. Terus, siapa sayang?” lagi-lagi Yanfa menggeleng.
“Kamu
nggak mau cerita sama kakak?” Anita melihat bola mata Yanfa yang mulai
berkaca-kaca. Tiba-tiba Yanfa memeluk kakaknya itu sambil menangis.
“Eh,
kok malah nangis? Cup.. cup...” Anita berusaha menenangkan adik satu-satunya
itu.
“Yanfa
pengen belajar sholat?” tanya Anita.
“Pengen
kak tapi nggak ada yang mau ngajarin Yanfa jadi Yanfa belajar sendiri aja”
jawabnya polos. Anita langsung tersenyum.
“Sayang,
Ayah dan Bunda belum bisa ngajarin kamu karena mereka sibuk bekerja dan juga
kamu masih terlalu kecil untuk melaksanakan ibadah sholat jadi kamu belum punya
kewajiban untuk sholat”
“Tapi
Yanfa pengen sholat berjamaah sama kalian”
“Alhamdulillah
keinginan adikku untuk belajar beribadah sangat besar sekali. Baiklah nanti
biar kakak yang ajarkan kamu ya”
“Benar
kak?” tanya Yanfa antusias. Anita pun mengangguk.
~JJJ~
Sepulang
dari sekolah, Anita pun menepati janjinya untuk mengajari adiknya sholat.
Dengan teliti, Yanfa memperhatikan satu persatu gerakan wudhu yang dicontohkan
kakaknya.
“Ayo
sekarang kamu coba wudhu seperti apa yang kakak perlihatkan barusan” Yanfa
mengangguk.
“Jangan
lupa baca basmallah ya”
Anita
senang melihat adiknya begitu semangat untuk ingin belajar sholat. Saat memakai
mukena pun adiknya selalu bertanya ini itu saat gerakan sholat dilakukan oleh
kakaknya.
“Ini
namanya sujud dan yang tadi ruku. Bacaannya hampir sama cuma beda akhirnya aja,
inget-inget ya sayang”
“Subhana robbial adzim” ucap Yanfa sambil
mempraktek kan ruku.
“Nah
pinter adikku. Kalau sujud jangan lupa bacaannya subhana robbial a’la” Yanfa mengangguk.
~JJJ~
Selama
hampir satu jam mereka belajar praktek sholat. Saking khusyuknya suara bel
pintu rumah mereka pun tak terdengar jelas.
“Pada
kemana nih anak-anak kok sepi begini” Ternyata Ayah dan Bundanya sudah pulang
dari kantor, Mereka pun mencari Anita dan Yanfa hingga ke kamar mereka. Disana lah
Bunda mendapatkan anak bungsunya sedang belajar beribadah tanpa bimbingan dari
kedua orang tuanya.
“Sayang
maafin Bunda” ucap Bunda dengan tiba-tiba lalu memeluk Yanfa sambil meneteskan
air matanya. Ayah pun masuk ke dalam kamar dengan perasaan kagum pada kedua
anaknya.
“Bunda...
Alhamdulillah sekarang Yanfa udah bisa sholat lho,”
“Ayah,
kak Anita lho yang ngajarin aku wudhu dan sholat” lapor Yanfa pada Ayahnya.
“Makasih
sayang, kamu benar-benar jadi contoh kakak yang baik untuk adikmu” kata
Ayahnya. Anita pun dipeluk oleh Ayah serta Bunda sambil diciumi keningnya.
“Asyik
nanti subuh kita berempat sholat berjamaah ya”
“Iya
sayang, pasti.. kalau sempat kita semua tak hanya sholat subuh saja yang
berjamaah tapi juga sepulang kami dari kantor, kita sholat maghrib dan isya
bersama”
“Alhamdulillah...”
ucap Anita dan Yanfa.
~JJJ~
Setelah
kejadian itu mereka menjadi lebih sering menunaikan sholat fardhu bersama-sama
dan Yanfa pun diajarkan lebih mendalam mengenai ibadah lainnya seperti membaca
al-qur’an oleh kakak dan kedua orangtuanya.
“Terima
kasih ya Allah atas semuanya. Semoga sholat pertama Yanfa bisa engkau terima.
Amin” Doa Yanfa seusai menunaikan sholat subuh berjamaah.
~JJJ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar